Di keramaian berlalu lalang
Sang pelajar melepas pikiran suntuk
Pada ruang luas di tengah bangunan
Ruang itu telah menjadi tempat kenangan
Saat aku berjalan menyusuri tengah ruang
Mata ini seolah tajam bagai pedang perang
Tatapan ini mengenai bola mata di ruangan itu
Harum mewangi sampai kapan pun dalam alam bawah sadar
Senyum yang indah telah ia beri untukku
Ku jaga dalam hati sanubari
Benar adanya hal itu
Senyum yang masih terjaga aman telah menguat
Bagai tulang pada daging
Yang sulit bahkan tak mungkin tuk berpisah

